
Universitas Muhammadiyah Bengkulu menggelar kuliah pakar bertaraf internasional dengan menghadirkan dua pembicara utama, yakni Stevan Winzenried selaku CEO JANZZ Technology asal Swiss dan Hesti Aryani yang menjabat sebagai Senior Business Development Manager Southeast Asia. Kegiatan ini membahas perkembangan mutakhir pasar kerja global, pergeseran kebutuhan kompetensi tenaga kerja, serta peluang bagi mahasiswa Indonesia untuk berkiprah di kancah internasional.
Dalam sesi pemaparannya, Stevan Winzenried menjelaskan bahwa transformasi dunia kerja saat ini dipengaruhi oleh pesatnya perkembangan teknologi, digitalisasi, serta meningkatnya persaingan tenaga kerja antarnegara. Ia menegaskan pentingnya kesiapan lulusan perguruan tinggi agar mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan global yang terus berubah. Sementara itu, Hesti Aryani mengulas potensi pasar kerja di kawasan Asia Tenggara serta menekankan pentingnya strategi penguatan kompetensi mahasiswa agar dapat bersaing dan beradaptasi dengan kebutuhan industri global.
Kuliah pakar ini menjadi wadah strategis bagi mahasiswa dan sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Bengkulu untuk memahami tantangan, tren, dan dinamika pasar kerja internasional. Peserta didorong untuk meningkatkan kualitas soft skills, literasi digital, kemampuan komunikasi lintas budaya, serta kesiapan mental dalam menghadapi dunia kerja global.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Universitas Muhammadiyah Bengkulu juga melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan JANZZ Technology. Kerja sama ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat jejaring internasional, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kompetensi mahasiswa, serta kesiapan lulusan menghadapi persaingan di tingkat global.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus beradaptasi dengan dinamika global dan menghasilkan lulusan yang unggul, memiliki daya saing internasional, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja di era globalisasi.



